Kamis, November 12, 2009

Hadapi Hidup Ini Apa Adanya!

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendapatkan hal yang tidak diharapkan secara tiba-tiba. Rasa kecewa, kesal bercampur marah bahkan yang tadinya gembira tiba-tiba berubah 180 derajat, menjadi pendiam, pemarah, bahkan menyesali mengapa semua ini harus terjadi. Maka Hadapi hidup apa adanya!

Kondisi dunia ini penuh dengan kenikmatan, banyak pilihan, penuh rupa, banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan kesulitan hidup. Dan Anda adalah bagian dari dunia yang berada dalam kesukaran.

Anda tidak akan pernah menjumpai seorang ayah, isteri, kawan, sahabat, tempat tinggal, atau pekerjaan yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan. Bahkan, kadangkala justru pada setiap hal itu terdapat sesuatu yang buruk dan tidak Anda sukai. Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya. Itu kalau Anda mau selamat dengan adil dan bijaksana. Pasalnya, betapapun setiap luka ada harganya.

Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu yang salingberseberangan, dan dua pendapat yang saling berseberangan; yang baik dengan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan, kebahagiaan dengan kedinginan. Dan setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan dan kebahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk, kerusakan dan kesedihan akan dikumpulkan di neraka. Dunia ini terlaknat, dan terlaknat semua yang ada di dalamnya kecuai dzikir kepada Allah dan semua yang berkaitan dengannya, seorang yang ‘alim dan seorang yang belajar,” begitu hadits berkata.

Maka jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada, jangan larut dalam khayalan dan jangan pernah menerawang ke alam imajinasi. Hadapai kehidupan ini apa adanya; kendalikan jiwa Anda untuk dapat menerima dan menikmatinya! Bagaimanapun, tidak mungkin semua teman tulus kepada Anda dan semua perkara sempurna di mata Anda. Sebab, ketulusan dan kesempurnaan itu ciri dan sifat kehidupan dunia.

Bahkan, isteri Anda pun tak akan pernah sempurna di mata Anda. Maka kata hadits, “Janganlah seorang mukmin mencela seorang mukminah (isterinya) sebab jika dia tidak suka pada salah satu kebiasaannya maka dia bisa menerima kebiasaan yang lain.”

Adalah seyogyanya bila kita merapatkan barisan, menyatukan langkah, saling memaafkan dan berdamai kembali, mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan, meninggalkan hal-hal yang menyulitkan, menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat tertentu, meluruskan langkah, dan mengesampingkan berbagai hal yang mengganggu.

“Semoga kita semua memperoleh rahmat dan hidayah dalam menghadapi masalah di dalam kehidupan ini… Amin..!!!


Read more...

Kamis, Oktober 08, 2009

Trauma Masa Kecil Bisa Memperpendek Usia

Vera Farah Bararah - detikHealth

Washington, Trauma yang terjadi saat masih kanak-kanak bisa saja terbawa hingga usia dewasa atau sepanjang hidupnya. Sebuah studi menemukan anak yang mengalami trauma masa kecil memiliki usia yang 20 tahun lebih pendek.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS (CDC) menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami 6 kali atau lebih kejadian trauma termasuk emosi, fisik atau kekerasan seksual rata-rata memiliki umur yang 19 tahun lebih pendek dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami trauma.

"Stres yang dialami secara terus menerus akan cenderung terakumulasi dalam kehidupan seseorang sehingga mempengaruhi bagaimana cara berkembang, berpikir dan mengontrol emosi orang tersebut," ujar Dr. Robert Anda, yang melakukan investigasi dalam studi Adverse Childhood Experiences (ACE) di CDC, seperti dikutip dari ABCNews, Kamis (8/10/2009).

Berdasarkan observasi yang dilakukan, stres yang timbul tersebut akan memberikan efek negatif terhadap perkembangan otak dan fungsi beberapa organ, sehingga memicu kematian dini.

Untuk melakukan penelitian ini melibatkan lebih dari 17.000 orang yang diserta dengan catatan kesehatan dan kelakuannya selama tahun 1995 sampai 1997. Lalu pada tahun 2006 peneliti melihat kembali siapa saja yang masih bertahan hidup. Peneliti menemukan orang yang mendapatkan 6 atau lebih kejadian yang kurang baik selama hidupnya rata-rata memiliki usia 60 tahun sedangkan yang tidak bisa hidup hingga usia 79 tahun.

Anda menambahkan anak-anak yang mengalami trauma tersebut cenderung mengambil faktor risiko yang bisa memperburuk kesehatan seperti merokok, mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang, obesitas atau kurang melakukan aktivitas fisik.

Stres yang dialami saat masa kanak-kanak memicu tubuh untuk memproduksi adrenalin dan kortisol yang berlebih. Adrenalin bisa mengganggu pertumbuhan otak sedangkan kortisol menimbulkan masalah yang lainnya.

"Jika dosisnya tinggi atau terjadi berulang-ulang bisa mengacaukan pertumbuhan sel saraf sehingga mengganggu fungsi organ-organ dalam tubuh dan juga berdampak pada sistem kekebalan tubuh," tambahnya.

Anak-anak biasanya lebih mudah untuk mengingat sesuatu, sehingga anak yang mengalami trauma akan memberikan efek yang panjang dan mendalam. Tapi setiap orang memiliki ketahan tubuh yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut berhuungan dengan temperamen (watak), respons terhadap orang lain dan orang-orang disekitarnya seperti teman dan keluarga.

Semakin muda seseorang mengalami trauma, maka akan lebih rentan terhadap efek dari trauma itu sendiri. Jadi anak-anak kecil yang mengalami trauma mendalam bisa memiliki efek yang panjang jika tidak segera ditangani.

Semoga Bermanfaat

Read more...

Senin, September 21, 2009

Taqaballahu Minna wa Minkum

Sahabat2ku awal kehidupan ibarat kertas putih, manusia mengisinya dgn goresan2 pensil.. Tak selamanya goresan tersebut selalu benar, maka bila salah ada penghapus yang bisa merubah goresan yg salah tersebut. Jadilah penghapus bagi diri sndiri dan orang lain tuk goresan... kesalahan. Mohon maaf lahir bathin. Sambut hari yg Fitri dengan suka cita...Semoga Allah mempertemukan qt kembali pd Ramadhan yang akan datang...

Taqaballahu Minna wa Minkum, Taqaballahu ya karim.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H.


Mohon maaf lahir dan batin atas kesalahan yang sengaja maupun tidak disengaja, disadari maupun tidak disadari. Sebagai manusia kita tidak luput dari kesalahan, mari kita berusaha mencapai hari esok yang lebih baik.

'Allohumma 'ij`alna minal `a'idin waj`alna minal fa'izin', ----'Ya Alloh setelah berpuasa ini, jadikanlah kami termasuk orang yang bisa kembali (ke fitrah kami).

Ya Allah Yang Maha Suci... Aku memohon kepadaMu...
Berilah kami derajat yang paling tinggi
di mataMu. Berilah kami umur yang panjang, dan
jauhkan kami dari segala macam penyakit, dan juga
marabahaya!

Aku mohon kepadaMu ya Allah, berilah kami rejeki
yang luas, rejeki yang halal dan berkah serta
terus menerus mengalir tiada hentinya... Berilah
kami rejeki yang besar yang tidak disangka-sangka!

Ya Allah Yang Maha Suci...Aku mohon kepadaMu..
Kabulkanlah segala rencana dan impian kami
tanpa ada satu pun rintangan. Berikanlah
Segera APAPUN yang kami inginkan Ya Allah. Namun
jika keinginan kami tidak baik untukn kami menurutMu,
maka gantilah dengan yang jauh lebih baik ya
Allah..!

Berilah kami kebahagiaan, di dunia & di Akhirat.
Jadikanlah kami hambaMu yang tegar, dan bijaksana.
Jika ia pernah melakukan kesalahan, aku mohon
kepadaMu ya Allah, maafkanlah Kami.

Ya Allah Yang Maha Pengasih, dalam batin kecilku
kuyakin Engkau Maha Mendengar, dan kuyakin Engkau
akan mengabulkan segala macam do'a ku di atas,
untuk diriku dan seluruh sahabatku. ^_^

Amiin Yaa Rabbal Alamin!

Read more...

Jumat, September 11, 2009

Wanita yang Aduannya Didengar Allah dari Langit Ketujuh

Beliau adalah Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa’labah Ghanam bin Auf. Suaminya adalah saudara dari Ubadah bin Shamit, yaitu Aus bin Shamit bin Qais. Aus bin Shamit bin Qais termasuk sahabat Rasulullah yang selalu mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam peperangan, termasuk perang Badar dan perang Uhud. Anak mereka bernama Rabi’.

Suatu hari, Khaulah binti Tsa’labah mendapati suaminya sedang menghadapi suatu masalah. Masalah tersebut kemudian memicu kemarahannya terhadap Khaulah, sehingga dari mulut Aus terucap perkataan, “Bagiku, engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar dan duduk-duduk bersama orang-orang. Beberapa lama kemudian Aus masuk rumah dan ‘menginginkan’ Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah islam (yaitu dhihaar). Khaulah berkata, “Tidak… jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkan terhadapku sampai Allah dan Rasul-Nya memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.”

Kemudian Khaulah keluar menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta fatwa dan berdialog tentang peristiwa tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan dengan urusanmu tersebut… aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.” Sesudah itu Khaulah senantiasa mengangkat kedua tangannya ke langit sedangkan di hatinya tersimpan kesedihan dan kesusahan. Beliau berdo’a, “Ya Allah sesungguhnya aku mengadu tentang peristiwa yang menimpa diriku.” Tiada henti-hentinya wanita ini ini berdo’a hingga suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pingsan sebagaimana biasanya beliau pingsan tatkala menerima wahyu.

Kemudian setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sadar, beliau bersabda, “Wahai Khaulah, sungguh Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an tentang dirimu dan suamimu.” kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat…..” sampai firman Allah: “Dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang pedih.” (QS. Al-Mujadalah:1-4)
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarah dhihaar, yaitu memerdekakan budak, jika tidak mampu memerdekakan budak maka berpuasa dua bulan berturut-turut atau jika masih tidak mampu berpuasa maka memberi makan sebanyak enam puluh orang miskin.

Inilah wanita mukminah yang dididik oleh islam, wanita yang telah menghentikan khalifah Umar bin Khaththab saat berjalan untuk memberikan wejangan dan nasehat kepadanya. Dalam sebuah riwayat, Umar berkata, “Demi Allah seandainya beliau tidak menyudahi nasehatnya kepadaku hingga malam hari maka aku tidak akan menyudahinya sehingga beliau selesaikan apa yang dia kehendaki, kecuali jika telah datang waktu shalat maka saya akan mengerjakan shalat kemudian kembali untuk mendengarkannya hingga selesai keperluannya.”

Alangkah bagusnya akhlaq Khaulah, beliau berdiri di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berdialog untuk meminta fatwa, adapun istighatsah dan mengadu tidak ditujukan melainkan hanya kepada Allah Ta’ala. Beliau berdo’a tak henti-hentinya dengan penuh harap, penuh dengan kesedihan dan kesusahan serta penyesalan yang mendalam. Sehingga do’anya didengar Allah dari langit ketujuh.

Allah berfirman yang artinya, “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah (berdo’a) kepada–Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min: 60)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya, “Sesungguhnya Rabb kalian Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi itu Maha Malu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya jika hamba-Nya mengangkat kedua tangannya kepada-Nya untuk mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hikmah
Tidak setiap do’a langsung dikabulkan oleh Allah. Ada faktor-faktor yang menyebabkan do’a dikabulkan serta adab-adab dalam berdo’a, diantaranya:

1. Ikhlash karena Allah semata adalah syarat yang paling utama dan pertama, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (QS. Al-Mu’min: 14)

2. Mengawali do’a dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diakhiri dengan shalawat lalu tahmid.

3. Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do’a serta yakin akan dikabulkan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Khaulah binti Tsa’labah radhiyallahu ‘anha.

4. Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdo’a, tidak terburu-buru serta khusyu’ dalam berdo’a.

5. Tidak boleh berdo’a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah semata.

6. Serta hal-hal lain yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selain hal-hal di atas, agar do’a kita terkabul maka hendaknya kita perhatikan waktu, keadaan, dan tempat ketika kita berdo’a. Disyari’atkan untuk berdo’a pada waktu, keadaan dan tempat yang mustajab untuk berdo’a. Ketiga hal tersebut merupakan faktor yang penting bagi terkabulnya do’a. Diantara waktu-waktu yang mustajab tersebut adalah:
1. Malam Lailatul qadar.
2. Pertengahan malam terakhir, ketika tinggal sepertiga malam yang akhir.
3. Akhir setiap shalat wajib sebelum salam.
4. Waktu di antara adzan dan iqomah.
5. Pada saat turun hujan.
6. Serta waktu, keadaan, dan tempat lainnya yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Semoga Allah memberikan kita taufiq agar kita semakin bersemangat dan memperbanyak do’a kepada Allah atas segala hajat dan masalah kita. Saudariku, jangan sekali pun kita berdo’a kepada selain-Nya karena tiada Dzat yang berhak untuk diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan janganlah kita berputus asa ketika do’a kita belum dikabulkan oleh Allah.
Wallahu Ta’ala a’lam.

Read more...

Selasa, September 01, 2009

Punya Hajad?!, Ramadhanlah Kesempatan Terbaik

Para Sahabat yang baik... berikut kami sertakan sebuah artikel yang bagi kami cukup bagus "Punya Hajad??! Ramdhanlah Kesempatan Terbaik."direalise oleh Sdr. Syafri ... SEMOGA MANFAAT.... SEMOGA MANFAAT....


Sebagaimana diyakini oleh semua muslimin dan mukminin, bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan pengampunan, bulan penuh berkah, bulan dibebaskannya orang-orang yang tersiksa dan sengsara. Mengapa tak kita raih kesempatan emas ini??

Di bulan Ramadhan Allah swt menciptakan situasi dan kondisi yang paling istimewa yang keistimewaannya tak akan pernah tak dijumpai di bulan-bulan yang lain, yaitu: membuka pintu taubat yang paripurna, mengalirkan keberkahan yang istimewa, menurunkan karunia yang paling melimpah, memberi perlindungan, membebaskan orang-orang yang sengsara, dan sejenisnya.

Semua hal tersebut kita semua menyakini. Tapi, mengapa hal ini belum dirasakan oleh sebagian kita? Jawabannya tentu variatif walapun penyebab utamanya sama. Yakni kita mesti memperkuat keyakinan sebagai penyebab utama. Ini disepakati oleh pakar muslim maupun non-muslim, dalam nash-nash Islam maupun buku-buku motivasi.

Mari kita manfaatkan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini secara lebih maksimal. Kita memohon kepada Allah Yang Maha Dermawan. Kita khusukkan hati, kita fokuskan pikiran, kita menangis kepada Allah swt, kita sampaikan kesulitan kita kepada-Nya melalui kiat-kiat berikut ini:


Pertama: Melakukan shalat taubat (shalat Istighfar) setiap hari atau malam hari.
Shalat ini bermanfaat untuk menghilangkan kegelisahan hati dan kekusutan pikiran. Dan dapat mendatang rejeki dari arah yang terduga-duga. Dalam kitab Mafâtihul Jinân (kunci-kuci surga) disebutkan: “Jika Anda merasa sempit dalam kehidupan, dan sulit menemukan solusi dalam persoalan yang Anda hadapi, maka jangan tinggalkan shalat ini.” Shalat ini diajarkan oleh Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa). Caranya sebagai berikut:

Lakukan shalat dua rakaat, dengan niat memohon ampunan Allah swt. Setiap rakaat sesudah surat Fatihah membaca surat Al-Qadar. Sesudah membaca surat Al-Qadar membaca Istighfar (15 kali), yaitu
Astaghfirullâh (Aku mohon ampun kepada Allah) اَسْـتَغْفِرُاللهَ
Bacaan Istighfar ini juga dibaca 10 kali sesudah bacaan dalam setiap gerakan shalat yakni dalam: ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, duduk sebelum berdiri, dan sebelum tasyahhud (tahiyyat) dalam rakaat terakhir. Sehingga dalam dua rakaat jumlah bacaan Istighfar = 150.

Kedua: Sesudah salam dari shalat Istighfar, membaca Istighfar, Astaghfirullâh, sebanyak 71 kali. Saat membaca Istighfar usahakan benar-benar khusuk dan memfokuskan pikiran dan hati. Kalau belum bisa khusuk dan focus coba pejamkan mata.

Khusuk dan memfokuskan pikiran dan hati sangat penting, sangat berpengaruh pada apa yang kita mohon kepada Allah swt . Di antara tanda-tanda khusuk dan focus adalah tidak paham terhadap apa yang didengar oleh telinga saat berzikir dan berdoa. Dengan khusuk dan fokus dapat meneteskan air mata. Inilah di antara tanda-tanda hati yang khusuk dan pikiran yang fokus.

Ketiga: Sesudah membaca Istighfar 71 kali tersebut membaca salah satu Asma Allah yang maknanya berkait langsung dengan hajat. Misalnya untuk rejeki: Ya Allâh, yâ Razzâq (wahai Yang Maha Memberi rejeki), yâ Mughnî (wahai Yang Maha Memberi kekayaan). Jumlahnya sesuai dengan kemampuan Anda.

Keempat: Sujud, dan sampaikan hajat kepada Allah swt dengan bahasa yang Anda pahami sehingga benar-benar menyentuh hati Anda.

Petunjuk Imam Ali bin Abi Thalib (sa)
Untuk menjawab pengaduan orang yang ingin punya keturunan, Imam Ali bin Abi Thalib (sa) menyatakan: “Jika kamu ingin punya keturunan, berwudhu’lah secara sempurna, kemudian lakukan shalat dua rakaat secara baik. Setelah shalat sujudlah sambil membaca Istighfar sebanyak 71 kali, kemudian membaca doa …

Selanjutnya beliau berkata:
“Allah pasti memperkenankan keinginanmu, dan kamu jangan ragu dalam hal ini. Aku menyuruh kamu bersuci karena Allah swt berfirman: “Dia mencintai orang-orang yang bersuci.” (Al-Baqarah: 222); aku perintahkan kamu melakukan shalat, karena aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika Dia melihatnya dalam keadaan sujud dan ruku’; aku perintahkan kamu beristighfar karena Allah swt berfirman: “Berisighfarlah kamu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu..” (Nuh: 10-11); dan Allah swt berfirman kepada Nabi-Nya: “Jika kamu beristighfar untuk mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan mengampuni mereka,” karena itu aku perintahkan kamu melebihi tujuh puluh kali.” (Mafatihul Jinan)

wallahua'lam
Baarakallaahu lakumaa wa baaraka 'alaikum
Wassalamu alaikum wa rahmatullah wabarakatuh

Read more...

Space Info :

How To Exploit the Internet for Maximum
Downline Growth! Click Here

FREE ADVERTISING - Get millions of visitors for your website for FREE!
BanneR ExchangE, FREE and GET MONEY NOW

Discover The NO B.S. Twitter Guide That Will Skyrocket Your Internet Marketing Business!
Click here to get Ray Johnson's TheresNoTwitterSecrets

Tampilkan Banner / Link Anda di sini

"Jalin Silaturrahmi, Menambah Rejeki"

MY FRIENDS LINK'S

aditya> Berani Bisnis OnLine Blog KeluargaKoe Blog Mas Budi Blog Soda Gembira Buku Fanda Cerdaskan Akal Sucikan Hati Coretanku EMBUN TARBIYAH GOOD MORNING FAI... Langkah Mengukir Cita Mencari Erti Hidup NENEBECE Obrolan Lepas Qurrata~A'yun Ekspresi Ikhwan Rumahweb WEBSITE PENGUMPUL RUPIAH Blog Timontius

MY LINK

Nasyid

Blog Archive

Peluang Kerja PartTime

Kerja dari rumah sebagai pengetik iklan! Dibuka kesempatan untuk menjadi part-timer sebagai pemasang iklan di Internet. Semua tugas dilengkapi dengan panduan dari cara kerja, contoh dan materi iklan. No sale, No Arisan, No MLM, hanya dengan mengetik iklan! Untuk info lebih lanjut kunjungi: http://www.indonesiatypist.com
KUMPUL BLOGGER dot COM ...dapatkan penghasilan dari BLOG Anda! Untuk gabung klik disini: www.KUMPULBLOGGER.com

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP