Mengendalikan Emosi
Gimana kabarnya sahabat netter... kelihatannya ada yang lagi emosi nih, btw salah seorang sahabat blogger meminta saya untuk memberikan postingan tentang Mengendalikan Emosi. Begini sahabat... dalam sebuah buku karangan DR. Aidh Al-Qarni dijelaskan bahwa Emosi dan perasaan akan bergejolak dikarenakan dua hal; kegembiraan yang memuncak dan musibah yang berat. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda: ” Sesungguhnya aku melarang dua macam ucapan yang bodoh lagi tercela: keluhan tatkala mendapat nikamat dan umpatan tatkala mendapat musibah.” dan Allah berfirman,{(kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.}
(QS.Al-Hadid:23
Maka dari itulah Rasulullah bersabda:”Sesungguhnya kesabaran itu ada pada benturan yang pertama.”
Barangsiapa mampu menguasai perasaannya dalam setiap peristiwa, baik yang memilukan dan juga yang menggembirakan, maka dialah orang yang sejatinya memiliki kekukuhan iman dan keteguhan keyakinan. Karena itu pula ia akan memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan dikarenakan keberhasilannya mengalahkan nafsu. Allah SWT menyebutkan bahwa manusia adalah mahluk yang senang bergembira dan berbangga diri. Namun, menurut Allah, ketika ditimpa kesusahan manusia mudah berkeluh kesah, dan ketika mendapatkan kebaikan manusia sangat kikir. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan orang-orang khusyu’ dalam shalatnya. Itu karena merekalah orang-orang yang mampu berdiri seimbang diantara gelombang kesedihan yang keras dengan dan luapan kegembiraan yang tinggi. Dan mereka itulah yang akan senantiasa bersyukur tatkala mendapat kesenangan dan bersabar tatkala berada dalam kesusahan.
Ditinjau dari segi medis, Tubuh mengalami perubahan sesuai dengan perubahan psikologis, misalnya, marah, senang, sedih, resah, gusar , dan malu. Adapun marah, pada hakikatnya akan memanaskan tubuh dan mengeringkannya. Kondisi psikologis memiliki pengaruh yang langsung dan aktif pada diri manusia, di mana kondisi itu bisa berakibat pada tensi darah dan juga bisa mengakibatkan beberapa kondisi lain yang cukup berbahaya, misalnya, serangan jantung, nyeri dada, dan lemah jantung. Selain itu marah yang terus menerus menyebabkan penyakit kencing manis, karena bertambahnya aktifitas pada kelenjar diatas ginjal, yang pada gilirannya dapat menambah keluarnya hormon adrenalin, kondisi psikologis seperti ini juga dapat menyebabkan seseorang mudah terserang berbagai macam penyakit.
Emosi yang tak terkendali hanya akan melelahkan, menyakitkan dan meresahkan diri sendiri. Sebab, ketika marah misalnya, maka kemarahannya akan meluap dan sulit dikendalikan. Dan itu akan membuat seluruh tubuhnya gemetar, mudah memaki siapa saja, seluruh hatinya tertumpah ruah, nafasnya tersengal-sengal, dan ia akan cenderung bertindak sekehendak nafsunya. Adapun saat mengalami kegembiraan, ia menikmatinya secara berlebihan, mudah lupa diri, dan tak ingat lagi siapa dirinya.
Bagitulah manusia; ketika tidak menyukai seseorang, ia cenderung menghardik dan mencelanya. Akibatnya, seluruh kebaikan orang yang tidak ia sukai itu tampak lenyap begitu saja. Demikian pula ketika menyukai orang lain, maka orang itu akan terus ia puja dan sanjung setinggi-tingginya seolah-olah tak ada cacatnya. Dalam sebuah hadits dikatakan; cintailah orang yang engkau cintai sewajarnya, karena siapa tahu ia akan menjadi musuhmu di lain waktu, dan bencilah musuhmu itu sewajarnya, karena siapa tahu ia menjadi sahabatmu di lain waktu. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: ”Ya Allah saya minta pada-Mu keadilan pada saat marah dan lapang dada.”
Barangsipa mampu menguasai emosinya, mengendalikan akalnya dan menimbang segalanya dengan benar, maka ia akan melihat kebenaran, akan tahu jalan yang lurus dan akan menemukan hakekat.
{Sesungguhnya Kami telah menutus rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) seupaya manusia dapat melaksanakan keadilan.}
(QS. Al-Hadid: 25)
Islam mengajarkan keseimbangan norma, budi pekerti dan perilaku sebagaimana ia mengajarkan manhaj yang lurus, syariat yang diridhai, dan agama yang suci.
{Dan demikianlah (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan.}
(QS. Al-Baqarah: 143)
Keadilan merupakan tuntutan keidealan sebagaimana ia butuhkan dalam penerapan hukum. Itu karena pada dasarnya Islam dibangun di atas pondasi kebenaran dan keadilan. Yakni benar dalam memberikan berita-berita ilahi dan adil dalam menetapkan hukum, mengucapkan perkataan, melakukan tindakan dan berbudi pekerti.Akhirnya... Semoga postingan ini bermanfaat dan senatiasa dapat mengingatkan untuk diri saya pribadi juga sahabat netter. Terima kasih ya, atas kesetiaan sahabat untuk berkunjung di Blog SHC ini, jangan lupa berkomentar n tetap tersenyum.....:)





























1 komentar:
maksih ya mbak... aq skrg udh nggak emosi lg qo,InsyaAllah skrg aq nggak mau terlalu emosi dlm ngehadapin mslh,wachh...emg bnr kata mbk ummu,mrh2 tu cuma ngerugiin diri qt sndri hehe.. mksh iia mbk..
Poskan Komentar